Liverpool Juara Liga Inggris Setelah “Berpuasa” 30 Tahun

Liverpool Juara Liga Inggris Setelah “Berpuasa” 30 Tahun

Selagi Liverpool masih main bola, kita tak boleh menyerah dengan hidup.

Liverpool Juara Liga Inggris Setelah “Berpuasa” 30 Tahun

Berpuasa sejak terakhir kali menjadi kampiun liga Inggris tahun 1990, Liverpool akhirnya memastikan gelar Premier League musim ini. Gelar ini dipastikan menyusul tumbangnya Manchester City oleh Chelsea dengan skor 1-2 di Stadion Stamford Bridge, Jum’at (26/6) dini hari.

Seperti diketahui, skuad asuhan Jurgen Klopp meraih gelar Liga Inggris lewat perjuangan yang tidak mudah. Ini dikarenakan terdapat kendala nonteknis. Kompetisi sempat tertunda sekurang-kurangnya 100 hari akibat pandemi virus corona.

Segera setelah Liverpool memastikan kemenangannya, Klopp sempat menanggapi wawancara dengan Football Daily yang diunggah lewat akun twitternya.

Dalam video berdurasi 2 menit Sembilan detik itu, Klopp mencoba rileks dan sesekali melempar tawa. Namun, begitu memasuki durasi 1 menit 55 detik situasi menjadi sangat sentimentil.

Ya, usai mengatakan bahwa ini merupakan momentum yang luar biasa Liverpool menyabet gelar juara setelah masa penantian 30 tahun lamanya, Klopp mulai terbata-bata.

“Saya tidak pernah terpikir akan seperti ini. Saya tidak tahu. Ini merupakan sesuatu yang…Maaf semuanya… sampai jumpa lagi,” kata Klopp sambil meninggalkan ruangan.

Tidak saja telah memastikan kemenangan, Liverpool ternyata masih menyisakan tujuh laga lagi. Ini tentu saja menjadi kabar baik lainnya, bagi pendukung The Red.

“Kami masih punya tujuh laga tersisa dan kami akan mencoba meraup ke-21 poin tersisa dari laga-laga itu,” kata Alexander-Arnold.

Setelah menjalani 31 laga, Liverpool kini berada di puncak klasemen dengan 86 poin. Ini artinya mereka berpeluang untuk mengumpulkan poin maksimal sebanyak 107 poin. Dengan kata lain, Liverpool masih bisa mematahkan rekor City yang tercipta pada musim lalu, yaitu dengan memanen 100 poin.

Begitulah, “puasa” kalau ditekuni, maka hasilnya pun akan lumayan. Atau seperti kata seorang komedian beberapa waktu lalu:  selagi Liverpool masih main bola, kita tak boleh menyerah dengan hidup. Liverpool sudah meneladankan, saatnya kita melanjutkan. (AK)

BACA JUGA Mo Salah dan Upaya Mengubah Cara Pandang Barat Terhadap Islam