Lawan Terorisme dengan Solidaritas Bangsa

Lawan Terorisme dengan Solidaritas Bangsa

Peristiwa ini tentu saja kembali mengguncang nurani kita sebagai manusia dan bangsa

Lawan Terorisme dengan Solidaritas Bangsa

Kita kembali menyaksikan dan menghadapi serangan terorisme yang mematikan di pusat ibu kota. Sejumlah ledakan terjadi di sekitar pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta. Bom pertama meledak di kedai kopi Starbucks. Berikutnya meletus di pos polisi di seberang gedung Sarinah, di perempatan Jalan Thamrin-Wahid Hasyim. Bom kedua ini diduga bom bunuh diri. Beberapa korban diperkirakan tewas dalam serangan ini: polisi, pelayan Sturbuck, warga negara asing, termasuk beberapa orang yang diduga pelaku bom bunuh diri. Indonesia berduka.

Peristiwa ini tentu saja kembali mengguncang nurani kita sebagai manusia dan bangsa

Peristiwa ini menambah deretan kasus terorisme di Indonesia yang dampaknya tentu tak mudah diatasi. Atas serangan terorisme ini, The Wahid Institute menyatakan sikap sebagai berikut:
 
Mengutuk keras serangan mematikan ini. Atas nama apapun teror tak pernah bisa dibenarkan. Aksi teror menunjukan sikap frustasi para pelaku dalam mencapai tujuan politik, ekonomi, atau motif-motif lainnya.

Mendorong semua seluruh elemen bangsa ini (pemerintah dan masyarakat) bergotong royong mengevakuasi dan menolong korban agar mendapat perawatan medis dan psikologis sesegara mungkin. Dukungan semua elemen penting untuk memberi pesan bahwa sebagai bangsa kita semakin kuat.

Mendukung aparat yang tergabung dalam penanggulangan teror agar dapat bekerja cepat untuk menangkap dan mengungkap pelaku dan otak aksi teorisme ini.

Mengajak masyarakat untuk menunjukan solidaritas kita sebagai manusia dan bangsa Indonesia terlepas dari sekat-sekat politik, etnis, agama, dan keyakinan kepada korban serangan ini. 

Solidaritas ini penting untuk membuktikan bahwa kita tidak takut atas serangan ini. Sebaliknya sebagai sebuah bangsa kita semakin kuat dan solid. Ketakutan dan saling curiga hanya akan melempangkan tujuan pelaku teror ini.

Mengingatkan semua pihak, pemerintah dan masyarakat, bahwa aksi terorisme adalah ujung paling ekstrem dari upaya-upaya sekelompok orang untuk mencapai tujuan politik dan ekonomi mereka. Namun upaya pencegahan menuju aksi terorisme juga perlu terus didorong dan disuarakan seperti merespons setiap aksi kekerasan dan intoleransi berbasis agama dan keyakinan.
 
Jakarta, 14 Januari 2016
 
Yenny Zannuba Wahid
Direktur The Wahid Institute