Labbaik VR,  Simulator Haji Pertama di Dunia

Labbaik VR,  Simulator Haji Pertama di Dunia

Bila Anda khawatir tidak melakukan prosesi haji atau unmroh dengan benar, maka jangan khawatir. Sebuah teknologi virtual reality tentang tatacara pelaksanaan haji dan umroh dikembangkan oleh sebuah perusahaan teknologi asal Pakistan. Teknologi digital ini memudahkan Anda untuk melakukan ibadah haji secara benar seperti melaksanakan haji sesungguhnya.  melalui teknologi virtual reality (VR) atau realitas maya Anda seperti berinteraksi langsung dengan prosesi haji maupun umrah yang disimulasikan oleh komputer.

“Labbaik VR simulator menawarkan pengalaman ziarah yang paling akurat dan realistis. Anda akan merasa seolah-olah Anda benar-benar berjalan di sepanjang jalan Safa dan Marwa, merasakan lingkungan jumroh dan mengalami tawaf di sekitar Ka’bah, ” ujar Adnan Maqbool, direktur proyek aplikasi tersebut, seperti dilansir laman arabnews. Aplikasi ini menawarkan pemandangan 360 derajat yang spektakuler dari tempat-tempat paling suci dalam Islam. Untuk membuat pengalaman virtual serealistis mungkin, tim memperoleh pengukuran situs yang sebenarnya. Aplikasi juga telah dirancang untuk memenuhi tuntutan teknologi 5G di masa depan.

Perusahaan telah melatih sebanyak 30.000 jamaah haji menggunakan aplikasi ini. “Kami juga mengambil sekitar 80.000 foto situs suci dalam resolusi ultra-tinggi 8K (7.680 x 4.320 piksel) untuk proyek yang memungkinkan melihat detail kecil. Misalnya rumit pada pilar masjid,” kata Maqbool.

Read More

Shehriar Ashraf, CEO perusahaan yang berbasis di Karachi, mengatakan bahwa dengan Labbaik VR, haji akan menjadi pengalaman yang dapat lebih memperlancar para jamaah haji. Tidak hanya itu  bagi para pembimbing haji juga lebih gampang menerangkan apa yang harus dilakukan ketika melaksanakan ibadah haji. ”Aplikasi ini, yang berfungsi sebagai alat pendidikan dan pariwisata, juga bertujuan untuk meminimalkan kesulitan yang dihadapi oleh jamaah selama haji. “Haji akan dapat melakukan ritual dengan cara yang tidak repot setelah dilatih dalam lingkungan virtual yang sangat mirip dengan situs suci yang sebenarnya di Mekah dan Madinah.”

Perusahaan telah melatih sebanyak 30.000 jemaah haji menggunakan aplikasi simulator sejak tahun lalu dengan berkolaborasi dengan biro haji. Selama pelatihan satu jam, operator mengenakan peralatan dan menggunakan pengendali untuk berinteraksi dengan dunia 3D sementara anggota audiens melihat ritual haji di layar samar di depan mereka. Aplikasi ini telah mendapat minat dari berbagai negara seperti Arab Saudi.