Komunitas Muslim Lokal Berperan dalam Inovasi Lingkungan, PPIM UIN Jakarta Ungkap Hasil Riset Terbaru

Komunitas Muslim Lokal Berperan dalam Inovasi Lingkungan, PPIM UIN Jakarta Ungkap Hasil Riset Terbaru

Komunitas Muslim Lokal Berperan dalam Inovasi Lingkungan, PPIM UIN Jakarta Ungkap Hasil Riset Terbaru

Islami.co (Jakarta) – Komunitas Muslim lokal di Indonesia memiliki peran penting dalam mengatasi krisis iklim melalui inovasi lingkungan berbasis keimanan. Hal ini diungkap dalam hasil riset terbaru Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang diluncurkan pada Selasa (11/2) di Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Penelitian yang merupakan bagian dari proyek REACT (Religious Environmentalism Actions) ini dilakukan di tujuh provinsi dan mencakup 16 komunitas Muslim tingkat desa. Sebanyak 103 informan dari berbagai latar belakang terlibat dalam studi ini yang mengungkap faktor-faktor kunci keberhasilan inovasi lingkungan berbasis komunitas Muslim.

Menurut Koordinator Riset Inovasi Lingkungan Muslim Indonesia, Testriono, keberhasilan komunitas dalam mengembangkan inovasi lingkungan dipengaruhi oleh tiga faktor utama: partisipasi aktif warga, keterlibatan tokoh agama, serta peran inisiator lokal. “Kami menemukan inovasi sederhana tetapi efektif, misalnya pengelolaan sampah berbasis komunitas, konservasi air, hingga ekowisata berbasis masjid,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur PPIM UIN Jakarta, Didin Syafruddin, menekankan bahwa ajaran Islam memiliki prinsip kuat dalam menjaga keseimbangan alam. “Kesadaran lingkungan sering dianggap sebagai isu sekuler, padahal Islam mengajarkan keseimbangan dan tanggung jawab terhadap alam,” kata Didin.

Dalam riset ini, konsep Green Islam dipaparkan sebagai pendekatan yang menghubungkan nilai-nilai Islam dengan praktik keberlanjutan. Keberadaan ulama dan institusi keagamaan dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong kesadaran dan aksi nyata di tingkat komunitas.

Diskusi peluncuran riset ini juga turut menghadirkan sejumlah pakar, di antaranya Andhyta F. Utami (CEO Think Policy Indonesia), Prof. Soeharko (UGM), dan Hening Parlan (GreenFaith Indonesia).

Beberapa pakar tersebut memberikan tanggapan positif. Mereka juga berharap agar penelitian ini dapat menjadi dasar bagi kebijakan pemerintah dalam memberdayakan komunitas Muslim untuk berkontribusi lebih besar dalam pelestarian lingkungan.

Afutami, Founder Think Policy menyebut bahwa inisiatif komunitas lokal sangat penting agar tidak selalu bergantung pada kebijakan nasional. Karena, menurutnya, jika ada perubahan kebijakan di tingkat nasional, gerakan komunitas lokal ini tidak akan terdampak.

“Saya dulu diajarkan untuk Think globally, act locally,” ujar Afutami.

(AN)