Keistimewaan Nabi Yahya dan Nabi Isa, Keduanya Selamat dari Tiga Waktu Ini

Keistimewaan Nabi Yahya dan Nabi Isa, Keduanya Selamat dari Tiga Waktu Ini

Kehidupan dunia ini semakin nikmat bila ia diberikan kesehatan dan keselamatan dalam berbagai hal, misalnya selamat dalam bekerja sehingga mendapatkan hasil yang maksimal, juga selamat dalam perjalanan sehingga sampai tujuan maupun selamat dalam berfikir sehingga tak salah dalam menentukan arah dan langkahnya.

Imam Ar-Razi dalam tafsirnya menjelaskan tiga waktu ini, manusia selalu berharap agar diberikan keselamatan sehingga terhindar dari berbagai hal yang tak diinginkan.

Pertama, keselamatan saat manusia dilahirkan ke dunia ini. Setiap manusia berharap kelak anak-anaknya saat dilahirkan dari rahim ibunya dalam keadaan selamat, sehat jasmani dengan lengkap anggota badannya juga sehat secara ruhani mentalnya.

Read More

Kedua, selamat saat menjelang kematian. Setiap manusia berharap agar dirinya saat maut hendak menjemputnya dalam keadaan happy ending atau Khusnul Khatimah karena akhir hayat merupakan penilaian akhir baik ataupun tidak. Banyak orang shaleh namun akhir hayatnya mati secara mengenaskan. Begitu juga banyak preman, orang jahat tapi akhir hayatnya dalam keadaan mulia. Kematian merupakan rahasia yang disembunyikan oleh Allah agar manusia tak bangga atas amalnya serta tak putus asa dari rahmat-Nya.

Ketiga, keselamatan saat manusia dibangkitkan dari alam kubur. Pada waktu tersebut manusia akan dibangkitkan sesuai amal perbuatan yang telah ia lakukan.  Jika berbuat baik maka ia akan merasakan kebaikan tersebut. Sebaliknya jika mereka berbuat kejahatan, ia akan mendapatkan balasannya.

Salah satu Nabi yang diberikan keistimewaan oleh Allah selamat dalam tiga waktu ini adalah Nabi Yahya. Hal ini sesuai dengan ayat yang berbunyi:

وَسَلَامٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ وَيَوْمَ يَمُوتُ وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيًّا

Artinya:

”Keselamatan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.” (Maryam: 15).

Imam Ar-Razi menjelaskan bahwa Nabi Yahya saat dilahirkan diberikan keselamatan oleh Allah, setan tak mampu menggodanya juga terhindar dari siksa kubur serta selamat sampai akhirat. Menurut imam Qatadah, Nabi Yahya tak pernah melakukan dosa juga tak memiliki nafsu kepada wanita.

Begitu juga Nabi Isa diberikan keselamatan oleh Allah dalam tiga waktu tersebut. Hal ini seperti dalam ayat yang berbunyi,

وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدتُّ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا

Artinya:

”Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”. (Maryam: 33).

Menurut Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini sebagai petunjuk bahwa Nabi Isa merupakan ciptaan Allah seperti manusia lainnya. Ia hidup dan akan merasakan kematian serta dibangkitkan dari alam kubur dalam keadaan selamat.

Dari penjelasan ini, tiga waktu tersebut merupakan momen bersejarah bagi setiap manusia maka dari itu, ia harus menyiapkan dengan baik agar tak merasakan kerugian yang mendalam.