Humor Gus Dur: Tentara yang Paling Bertakwa

Humor Gus Dur: Tentara yang Paling Bertakwa

Humor Gus Dur ini memang ajaib dan cuma Gus Dur di zaman itu yang berani begini

Masyarakat menangkap seorang yang diguga menjadi provokator kerusuhan di sebuah kabupaten. Mereka lantas menyerahkannya ke koramail setempat. Pak Dandim pun segera menginterogasi provokator itu.

“Siapa nama kamu?” bentak Danramil.

“Saya Sentot, Pak,” kata si tertuduh, gemetaran.

Read More

Danramil pun melanjutkan berbagai pertanyaan lainnya. Siapa yang menyuruh, berapa dibayar, siapa saja kawannya dan seterusnya. Sampai akhirnya Danramil membentak keras,”Betul nggak kemarin kamu yang memprovokasi masyarakat sini?”

Dengan mimik penuh ketakutan dan suara gemetar Sentot menjawab,”Tidak, Pak.”

“Ngaku saja kamu! Ayo ngaku!” bentak Danramil, kali ini sambil mengepalkan tangannya.

“A.. nu, Pak.”

“Iya, apa enggak!” desak Danramil sambil menghentakkan sepatunnya keras-keras ke lantai.

“Iya, iya, Pak, saya ngaku.”

Mendengar pengakuan provokator itu puaslah hati Pak Danramil.

Besoknya, kebetulan di adiminta memberi khotbah jumat di masjid setempat. Seperti para khatib  umumnya Pak Danramil pun berwasiat taqwa, mengajak seluruh jamaah agar meningkatkan ketakwaan.

“Sidang jumat yang berbahagia, marilah bertakwa kepada Allah Subhana Wataala,” ujar Danramil. “Kalau tidak, awas ya.”