Dirundung Hasad Atau Iri Dengki? Cegah Dengan Hal Ini!

Dirundung Hasad Atau Iri Dengki? Cegah Dengan Hal Ini!

Sebagai manusia, terkadang kita iri atau dengki dengan orang lain, bagaimana mengatasinya?

Perasaan hasad atau iri dengki seringkali menghantui perasaan manusia dan membuat hati terbakar dengan api cemburu. Contohnya, seorang wanita merasa iri saat melihat tetangganya memiliki mobil baru dan ia pun merasa sang tetangga tak pantas memilikinya. Sebab baginya hanya dialah yang pantas untuk memiliki mobil tersebut. Contoh lainnya, yaitu ketika seseorang merasa iri dengan rekan kerjanya yang mendapatkan penghargaan dan kemudian ia pun membenci rekan kerjanya tersebut.

Sesungguhnya hasad adalah dosa yang pertama kali ada di langit dan juga muka bumi.  Sebagaimana Al-Qurthubi rahimahullah mengatakan, “Hasad (dengki) adalah dosa yang pertama kali dilakukan di langit dan di bumi. Di langit adalah dengkinya Iblis kepada Nabi Adam ‘alaihi salam dan di bumi adalah dengkinya Qabil kepada Habil.”

Rasa hasad akan membuat seseorang membenci kenikmatan Allah yang datang kepada orang lain. Selain itu, rasa hasad juga akan membuat seseorang berharap agar nikmat Allah kepada orang lain segera menghilang. Bahkan hasad pun hampir menjangkiti seluruh manusia yang ada di muka bumi. Dengan demikian, kebanyakan manusia tidak akan bisa selamat dari rasa hasad kecuali segelintir orang-orang yang bisa mengontrol rasa hasad mereka.

Read More

Seperti yang dikatakan oleh Ibnu Taimiyyah rahimahullah, “Maksudnya yaitu bahwasanya hasad adalah penyakit jiwa, dan ia adalah penyakit yang menguasai, tidak ada yang selamat darinya kecuali hanya segelintir orang. Karenanya dikatakan, “Tidak ada jasad yang selamat dari hasad, akan tetapi orang yang tercela menampakkannya dan orang yang mulia menyembunyikannya.” (Majmuu’ Al Fatawaa 10/125-126)

Allah sendiri telah menegaskan bahwa hasad merupakan salah satu sifat yang terlarang. Allah menjelaskan hal tersebut dalam Alquran surat An-Nisa ayat 32. Dalam ayat tersebut Allah berfirman, “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. An-Nisa: 32)

Lalu apa yang harus dilakukan oleh umat Islam apabila diri dan hati mereka seringkali diliputi oleh perasaan hasad ataupun iri dengki?

Rupanya, umat Islam hendaknya meyakini takdir Allah agar terhindar dari sifat hasad. Dengan meyakini takdir Allah, umat Islam tidak akan memiliki rasa hasad sebab ia meyakini bahwa apa yang telah Allah takdirkan untuknya itulah yang terbaik. Seperti disebutkan oleh Allah dalam surat Al-Furqan ayat 2, “Dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.” (QS. Al-Furqan: 2)

Selanjutnya, hendaknya seseorang yang memiliki rasa hasad, berbuat baik kepada orang yang ia cemburui. Latihlah lidah untuk memuji orang yang didengki dan paksakan diri untuk memberikan kebaikan kepada orang yang didengki. Sehingga saat orang yang didengki mengetahuinya maka dia akan cinta dengan orang yang dengki dan hal tersebut akan menghilangkan rasa hasad.

Sebagaimana pesan Allah dalam surat Fushshilat ayat 34, “Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (QS. Fushshilat: 34)

Dengan demikian, umat Islam hendaknya merasa yakin atas takdir Allah agar terhindar dari rasa hasad. Selain itu, mintalah perlindungan kepada Allah dari sifat hasad. Lalu tak lupa, paksakan diri untuk memuji orang yang didengki dan berbuat baik kepada orang yang didengki agar rasa hasad tersebut menghilang.

Wallahu a’lam.