Begini Loh Hijrah Kekinian untuk Kamu Generasi Muda

Muslim milineal adalah pemilik masa depan. Di Barat, kita mengenal mipster, atau muslim hipster

Begini Loh Hijrah Kekinian untuk Kamu Generasi Muda

Tema hijrah menjadi sesuatu yang hits di kalangan anak muda kekinian, apalagi banyak pesohor dan artis yang mengaku melakukannya dan terlihat jadi lebih islami. Tapi, ternyata banyak yang salah paham terhadap konsep hijrah ini. Hijrah bukan sekadar berpindah menjadi islami belaka.

Hal itulah yang membuat Komunitas Milenial Islami menyelenggarakan talkshow di di berbagai kota tentang bagaimana sebenarnya konsep itu diaplikasikan.Agenda terdekat mereka akan digelar, Kamis (12/10) di Auditorium Prof. Harun Zain, Universitas Mercubuana, Jakarta Barat.

”Program ini ditujukan kepada generasi milenial usia pelajar SMA dan mahasiswa dan bertujuan memberikan pemahaman Islam yang sejuk, damai, yang rahmatan lil alaminserta mengedepankan prinsip-prinsip toleransi sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan dan keindonesiaan,” tuture Nur Hidayat Firmansyah, Content Director Mileneal Islami.

Read More

Kegiatan ini, lanjut dia, juga mengajak generasi milenial untuk memahami bahaya pemikiran dan perilaku fundamentalisme, ekstrimisme dan radikalisme yang akhir-akhir ini makin berkembang terutama melalui internet dan media sosial.

salah satu acara milenial islami yang digelar di Universitas Mercubuana

Talkshow serupa telah dihelat di Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang, dan rencananya juga akan diselenggarakan di beberapa kota lain seperti Bogor, Depok, Serang dan Bandung. Pada setiap talkshow yang digelar, para narasumber yang akan memberikan sudut pandang berbeda. Satu narasumber akan berasal dari mantan aktivis jihadis, atau mereka yang pernah terlibat dalam kegiatan terorisme dan telah menjalani hukuman penjara.

Dua narasumber yang hadir dari perspektif pelaku dan ustadz. Yudi Zulfahri yang terlibat dalam pelatihan militer kelompok teroris Dulmatin di Jalin Jantho, Aceh, akan berbicara kepada anak muda tentang bagaimana terorisme bekerja dan kenapa ia akhirnya tersadarkan.

”violence extremism itu ibaratnya virus ganas, karena ia bisa merusak akal sehat dan fitrah manusiawi seseorang. Virus ini bisa menyerang siapa saja, tanpa peduli seperti apa tingkat pendidikan dan status sosialnya,” tuturnya yang juga alumni Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN).

Tokoh kedua adalah Dr. M. Ulinnuha Husnan, Lc. MA. juga mengajak generasi milenial Islam untuk memahami ajaran Islam yang mengajarkan kedamaian.

”Islam mengajarkan kedamaian dan kasih sayang, bukan umpatan dan permusuhan. Jika ada orang Islam, apalagi anak muda, sukanya menebar hoax dan kebencian, bisa jadi ada yang salah dalam dirinya,” ujarnya.

Bagi kamu generasi milenial yang tertarik pada gerakan dan acara ini, yuk meluncur ke www.milenialislami.id dan akunn media sosial mereka @milenialislami Facebook page/Youtube channel: MilenialIslami (DP)