Beberapa Isyarat Nabi yang  Benar-Benar Terjadi

Beberapa Isyarat Nabi yang Benar-Benar Terjadi

Di antara isyarat Nabi yang benar-benar terjadi dalam sejarah adalah sebagai berikut:

Wafatnya Ammar bin Yasir

ويح عمار، تَقْتُلُهُ الفِئَةُ البَاغِيَةُ

Read More

Artinya:

“Nabi bersabda, ‘Kasihan Ammar, ia akan dibunuh oleh kelompok pemberontak.'” (HR Bukhari)

Pada perang Shiffin antara Sayidina Ali dan Sahabat Muawiyah, Ammar berada di barisan Sayidina Ali dan Ammar wafat dalam peperangan tersebut.

Munculnya Uwais al-Qarni

إِنَّ خير التابعين رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ: أُوَيْسٌ

Artinya:

“Sebaik-baiknya Tabi’in adalah seseorang yang bernama Uwais.” (HR Ahmad)

Dalam riwayat Muslim dijelaskan bahwa Nabi menyuruh kepada Sayidina Umar untuk didoakan oleh Uwais jika bertemu dengannya, Nabi juga menyebutkan ciri-ciri Uwais, padahal Nabi belum berjumpa dengan Uwais.

Penaklukan Konstantinopel

 لتفتحن الْقُسْطَنْطِينِيَّةُ، فَلَنِعْمَ الْأَمِيرُ أَمِيرُهَا، وَلَنِعْمَ الْجَيْشُ ذَلِكَ الْجَيْشُ

Artinya:

 “Sungguh konstantinopel akan ditaklukkan. Maka pemimpin terbaik adalah pemimpin penakluk tersebut. Dan pasukan terbaik adalah pasukan penaklukan tersebut” (HR Ahmad)

Peristiwa ini benar-benar terjadi di masa Dinasti Utsmaniyah yang dipimpin oleh Sultan Muhammad Fatih tahun 1453 M. Kini berubah nama menjadi Istanbul di Turki.

Mengapa Isyarat Nabi Betul-betul Terjadi?

dalam al-Qur’an disebutkan:

عالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَىٰ غَيْبِهِ أَحَدًا () إِلَّا مَنِ ارْتَضَىٰ مِن رَّسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا

Artinya:

“(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.” (QS: Al-Jinn ayat 26)

Sementara dalam hadis dikatakan:

عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ قَالَ: رَأَيْتُ مَا تَلْقَى أُمَّتِي بَعْدِي وَسَفْكَ بعضهم دماء بعض، وَسَبَقَ ذَلِكَ مِنَ اللهِ تَعَالَى، كَمَا سَبَقَ فِي الْأُمَمِ قَبْلَهُمْ

Dari Ummu Habibah bahwa Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda, “Aku melihat apa yang terjadi bagi umatku setelah aku tiada, juga sebagian mereka membunuh sebagian yang lain. Hal itu sudah menjadi takdir dari Allah seperti yang terjadi bagi umat sebelumnya” (HR Ahmad)