Anggota Parlemen Inggris Desak Israel Hentikan Penggusuran Rumah Palestina

Anggota Parlemen Inggris Desak Israel Hentikan Penggusuran Rumah Palestina

Anggota Parlemen Inggris Desak Israel Hentikan Penggusuran Rumah Palestina
Warga Palestina mengibarkan bendera di protes di Gaza. Foto ini diambil tahun 2012 lalu. (AP Photo/Majdi Mohammed)

Sebanyak 80 anggota parlemen Inggris mendesak menteri luar negerinya untuk menekan Israel atas rencana penggusuran 200 rumah warga Palestina. Mereka juga mendesak Menlu Inggris memberlakukan konsekuensi bagi kalau rencana itu diwujudkan.

Politisi dari lintas partai itu menyarankan konsekuensi tindakan yang harus diberlakukan pemerintah Inggris jika penggusuran terus berlanjut, diantaranya dengan mengurangi keterlibatan diplomatik dan melarang perdagangan produk pemukiman sesuai dengan hukum internasional. “Ini akan menjadi penggusuran massal secara paksa dan perampasan terhadap hak keluarga Palestina. Seperti yang Anda ketahui, pemindahan paksa penduduk yang diduduki merupakan pelanggaran berat terhadap Konvensi Jenewa Keempat,” demikian bunyi surat yang dikirim ke Menteri Luar Negeri Dominic Raab seperti dilansir dari laman arabnews.com

Tercatat ada sekitar 200 keluarga di Yerusalem Timur terancam dirampas rumahnya. Mereka telah melakukan perlawanan hukum terhadap asosiasi pemukim Isarel. Pada hari Jumat, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) yang berbasis di Den Haag memutuskan bahwa ICC memiliki yurisdiksi atas kejahatan perang yang dilakukan di wilayah Palestina yang diduduki.

Sementara itu Chris Doyle, direktur Council for Arab-British Understanding, mengatakan kepada bahwa dirinya menyambut baik surat dari anggota parlemen itu. “Ini jelas merupakan kemarahan bahwa Israel terus melakukan perampasan paksa sementara pada saat yang sama membangun dan memperluas pemukiman ilegal dan perampasan tanah Palestina. Itu semua adalah bagian dari proses yang lebih besar yang tidak terselesaikan, ” katanya.

Keputusan ini, lanjut Doyle pada akhirnya akan menghantam pejabat dan menteri senior Israel yang mengizinkan kejahatan tersebut. Dia menambahkan bahwa Israel telah lama dapat bertindak seperti itu karena mendapat dukungan penuh dari AS. Oleh karena itu tidak akan ada pertanggungjawaban apa pun.

Sementara keputusan ICC dapat memengaruhi kebijakan Israel di masa depan, Doyle mengatakan bahwa Menlu Inggris dapat berbuat lebih banyak sekarang untuk menegakkan hukum internasional. “Orang-orang Palestina lelah hanya mendengar siaran pers copy-paste yang sama. Harus ada tindakan yang lebih kuat, yang bisa mencakup larangan perdagangan dengan pemukiman ilegal, ”tambahnya.