Akui Salah Tafsir Karena Kecapean, Ust. Evie Effendi Minta Maaf

Evie Effendi berpose di pelataran Masjid Al Ukhuwah, Bandung, Senin (25/6/2018) Beritagar.id / Aditya Herlambang

Akui Salah Tafsir Karena Kecapean, Ust. Evie Effendi Minta Maaf

Setelah vidio ceramahnya terkait Maulid dan Nabi Muhammad sesat viral di dunia maya, Ust. Evie Effendi menyampaikan permohonan maafnya. Didampingi dua orang berbaju putih, ustadz gaul ini mengakui bahwa dirinya salah tafsir.

Berdasarkan penuturannya, ia tidak ada keinginan sedikitpun untuk melecehkan Rasulullah SAW.

“Tidak ada sedikitpun untuk melecehkan kekasih Allah, yang saya masih bershalawat kepadanya, saya masih dalam koridor syahadat dan saya masih melakukan syariat sekapasitas saya mampu taat mengikuti sunnah beliau,” tuturnya.

Read More

Evie juga mengatakan bahwa pada saat itu ia ceramah dalam keadaan capek sehingga ia salah ucap dalam menafsirkan ayat Al-Quran.

“Ini musibah keterplesetan ucapan di suatu ketika saya berceramah dalam keadaan capek, lalu menafsirkan secara letterlijk dari satu sudut pandang tentang kalimat sesat, tapi bukan maksud mengatakan Nabi kita tersesat, naudzubillahi min dzalik,” lanjutnya.

Atas kesalahannya tersebut Evie memohon kepada seluruh umat Islam yang ada di dunia untuk memaklumi dan menerima permintaan maafnya. Ia juga menyadari bahwa dirinya butuh dituntun dan diingatkan jika melakukan kesalahan.

Wa khuliqal insanu dhaifa, saya manusia yang daif dari ilmu, saya manusia yang masih butuh tuntunan, semoga semuanya bisa islah dengan pernyataan sederhana ini, dan saya berharap agar saya wafat dalam keadaan khusnul khatimah, jauh dari fitnah,” tandasnya.

Walaupun vidio permintaan maaf Evie ini muncul dan beredar di dunia Maya, berdasarkan penelusuran redaksi, belum ada satupun akun resmi media daring Evie yang menampilkan vidio tersebut. Namun, kanal youtube resmi Evie menampilkan vidio permintaan maaf yang berbeda.

Mengaku Belajar Islam secara Otodidak

Tidak seperti dai-dai yang lain, Evie belajar Islam dengan cara yang berbeda. Jika beberapa dai harus belajar di pondok pesantren bertahun-tahun, Evie lebih memilih belajar agama secara otodidak melalui buku-buku agama, majalah bekas dan ceramah para dai lain di Youtube.

“Otodidak. Saya membeli buku dan majalah bekas, sekarang lihat Youtube, membeli kaset ceramah, kemudian saya banding-bandingkan. Saya tidak belajar dari satu guru. Guru saya mah Rasulullah SAW dan para sahabat. Kalau berguru sekarang mah rariweuh, pada sombong dengan ilmunya,” jawabnya saat ditanya terkait siapa yang menjadi guru agamanya oleh Beritagar 25/6/2018. 

Evie juga mengaku bahwa semua hal bisa menjadi gurunya.

“Guru saya siapa saja yang memberi ilmu. Kalau ikan itu memberi ilmu, ya dia guru saya,” jelasnya.

Ketika ditanya aktifitas belajarnya saat ini, Evie mengaku jika belajar langsung kepada Rasul melalui Al-Qur’an dan hadis. Menurutnya, setiap hari ia berdiskusi dengan Al-Quran.

“Setiap hari saya diskusi. Alquran itu menjawab semua. Beda dengan Google yang menjawab semaunya. Karena itu mari mengaji Alquran biar tahu semua,” tuturnya.