Gus Mus, Buya Syafii Maarif dan Kisah Waliyullah dari Muhammadiyah

Gus Mus, Buya Syafii Maarif dan Kisah Waliyullah dari Muhammadiyah

Gus Mus, Buya Syafii Maarif dan Kisah Waliyullah dari Muhammadiyah

Dalam sebuah kesempatan mengenang Almarhum Buya Syafii Maarif 2022 lalu., saya Ulama kharistmatik Ahmad Mustofa Bisri atau disapa Gus Mus dengan terbata-bata bicara mengenang Buya Syafii Maarif. Kata beliau dia adalah seorang wali, wali dari Muhammadiyah?

Gus Mus pun didapuk untuk berbicara tentang sahabatnya itu dalam di TV Muhammadiyah. Dalam kesempatan itu, Gus Mus mengisahkan bahwa sosok Buya Syafii Maarif merupakan seorang wali.

Seorang wali atau waliyullah, anda tahu, adalah orang yang suci dan dekat dengan Allah SWT. Buya Syafii adalah

“Saya agak sulit berbicara karena beberapa waktu yang lalu kami masih kontak, saya secara pribadi memupuk persaudaraan yang sejak lama,” papar Gus Mus.

Gus Mus lantas cerita, ia pernah satu kemah ketika berhaji dan dekat dengan bersama keluarga Buya Syafii Maarif.

Lantas, Gus Mus cerita soal sikap sederhana Buya Syafii Maarif yang tercermin secara langsung dari pribadinya.

“Orang mau sikap sederhana mudah, jujur juga mudah, punya tekad perjuangan untuk agama dan bangsa itu mudah. Yang sulit adalah terus bersikap seperti itu, dalam bahasa kia disebut istikamah, Buya Syafii itu istikamah,” kenanngya.

Buya Syafii Maarif, lanjut Mustasyar PBNU tersebut, istkamah menjadi guru bangsa, istikamah jadi teladan umat. Istikamah dalam aklahul karimah.

“Istikamah inilah yang buat saya yakin, saudara saya Buya Syafii  adalah anugerah terindah, beliau adalah seorang waliyullah,” kenangnya.

Lantas, Gus Mus menceritakan soal ciri-ciri wali yang termaktub dalam kitab suci umat Islam, salah satuya adalah soal tidak adanya rasa takut dalam dirinya, sebab senantiasa dekat dengan Sang Maha Pencipta.

“Kita lihat, Buya Syafii tidak pernah tertundukkan oleh rasa takut. Tidak pernah ditundukkan oleh kesedihan, karena beliau adalah wali Allah, kekasih Allah,” paparnya.

Tanda-tanda kewalian menurut Al-Qur’an adalah tidak takut, lanjut Gus Mus, dan beliau tidak takut melarat, tidak takut dihinakan orang.

“Yang penting bagi beliau adalah Allah SWT,” kenangnya.

Ciri Waliyullah Menurut Gus Mus dalam Pribadi Buya Syafii

Gus Mus lantas mengisahkan, ada banyak tokoh atau orang besar yang dalam hidupnya takut. Buya Syafii Maarif ternyata lebih dari itu.

Banyak orang besar kerap tidak takut dinilai orang, takut melarat lalu korupsi. Lantas, ada juga kata Gus Mus yang takut dianggap bodoh, lalu sombong.

“Kalau kita cari dalilnya, tanda-tanda wali ada di Buya Syafii Maarif. Beliau dicintai orang banyak, bukan karena pribadi beliau yang memang hebat, tapi karena Allah SWT,” paparnya.

Gus Mus bercerita, salah satu ciri lainnya adalah, ia dicintai semua orang. Tidak hanya orang muslim semata, tapi juga banyak orang. Ia dicintai manusia.

“Saya tidak mendoakan beliau, tapi mendoakan kita semua. Mudah-mudahan kita mendapatkan berkah dari beliau, pribadi indah Buya Syafii Maarif,” paparnya.

“Tentu saja Indonesia menangis, pada hari Jumat mulia ini beliau dipanggil Allah SWT. Sementara saya bayangkan beliau tersenyum di sana diterima di haribaan Allah dengan segala rahmat-Nya,” tutupnya.