Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Hubungan Seksual: Bersetubuh Sambil Berbicara

Ilustrasi Pernikahan

Bagi suami-istri, apabila mereka hendak melakukan hubungan seksual sebaiknya sewaktu bersetubuh jangan bicara, karena hal itu hukumnya makruh. Ada sabda Nabi S.A.W. yang berkenaan dengan masalah tersebut, yaitu:

“Hendaklah saalah seorang diantara kalian jangan banyak berbicara ketika sedang bersetubuh, karena sesungguhnya sebagian dari akbibat banyak bicara ketika sedang bersetubuh itu bisa menyebabkan anaknya kelak menjadi bisu’’ (al-Hadits)

Ibnu al-Haj berkata; “seseorang itu sebaiknya menjauhi dan tidak ikut-ikutan melakukan hal-hal yang biasa dilakukan sebagian orang pada umumnya (berbicara di saat hubungan seksual)”. Imam Malik juga pernah ditanya tentang hal berbicara (bersuara keras) ketika bersetubuh, beliau protes keras terhadap orang yang melakukan kebiasaan tersebut, bahkan beliau juga memakinya.

Bahwa yang dimaksud dengan “banyak bicara ketika bersetubuh” itu adalah mengeluarkan suara sambil bernapas panjang (tersengal-sengal) dari hidungnya yang jorok suaranya terdengar orang lain. Ibnu Rusydi berkata, sesungguhnya hal tersebut dimakruhkan karena prilaku semacam itu bukan termasuk prilaku orang-orang kuno (salaf yang sholih).

Sumber: K. H. Misbah Musthofa, terjemah quratu al-‘uyun, hal 120, Al-Balagh. 1993.

 

Topics:

John Doe

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Eligendi molestiae id rem iste sed recusandae eaque, ab iure, dicta non, provident autem ratione et esse quod, nisi doloremque consequatur obcaecati.

Comments