Sunday, September 24, 2017

Puisi

Home Budaya Puisi
Puisi

Sajak Muharram

Masih seperti yang dulu Iya, masih sama seperti dulu Juga mungkin akan seperti ini seterusnya Berselimutkan angin Bertaburkan hujan Ritual ini Begitu hikmat suara itu terdengar Lewat speaker - speaker surau...

Syair Kemerdekaan Republik Indonesia

راية العز رفرفي في سمآء * أرضها وجبالها خضرآء Bendera kemuliaan berkibar di angkasa | hijau daratan dan gunung-gunungnya كل عام يكون لليوم ذكرى * يظهر...

Sajak Cinta Gus Mus kepada Bu Nyai Fatma

Sajak Cinta cintaku kepadamu belum pernah ada contohnya cinta romeo kepada juliet si majnun qais kepada laila belum apa-apa temu pisah kita lebih bermakna dibandingkan temu-pisah Yusuf dan Zulaikha rindu-dendam...

Sajak-sajak Religius D Zawawi Imron

Di Bukit Wahyu Tengah hari di bukit wahyu kubaca Puisi-Mu. Aku tak tahu manakah yang lebih biru, langitkah atau hatiku? “Kun!” perintah-Mu. Maka terjadilah alam,...

Nasihat Ramadhan buat Musthofa Bisri

Musthafa, jujurlah pada dirimu sendiri mengapa kau selalu mengatakan Ramadhan bulan ampunan....

Ketika Kubuka Jendela dan Melihat Halaman Rumah Kita

Orang-orang berisik, Orang-orang berteriak “Mungkin dia lelah,” komentar temanku. Dan aku berpikir, apa yang harus aku lakukan? Di sana sini gaduh, Entah ke mana aku harus menemukan kedamaian Mungkin kata damai...

Bom Sarinah

Bukan kalian yang merasa paling benar. Bukan teror yang menakuti banyak orang

Surabaya – Puisi Gus Mus

Jangan anggap mereka kalap jika mereka terjang senjata sekutu lengkap jangan dikira mereka nekat karena mereka cuma berbekal semangat

Ibu – Puisi Zawawi Imron

Di Hari Ibu, kami persembahkan puisi penyair Madura, D. Zawawi Imron

A-Hadi

Menuju Tuhan Kita menemukan kebugaran dalam nyanyian panjang kehidupan untuk Tuhan.

BERITA

AKIDAH

SEJARAH