Monday, September 25, 2017

Budaya

Home Budaya
Budaya

Neraka

  Neraka kubawa dalam diriku dan aku berjalan Kuhapus jalan-jalan dingin tak terbakar oleh api Dan kubuka jalan-jalan baru tak berufuk bagai udara dan debu Langkahku membuat musuh-musuh...

Rohingya, Makna Cinta, Makna Marah

Rohingya Manusia seperti Kita Mempercayai Tuhan Yang Maha Esa Celakanya... Tak diakui kewarganegaraannya   Rohingya Nyata adalah Manusia Tak benar-benar menjadi manusia Hidupnya teraniaya dan tak berdaya Terusir dan diatas kata “sengsara”   Rohingya Sebagai sesama manusia Ingin...

Barat dan Timur

Ada sesuatu yang membentang sepanjang jalan kuburan sejarah Sesuatu yang dibuat indah selain dipelihara Memikul anaknya yang diracuni minyak dengan seorang pedagang berbisa nyanyi lagu mengerikan   Di situ Timur...

Burung Tak Berkelepak

Anak-anak kami berserakan tanpa rumah, tanpa sandal hilang, semua jalan menuju kesesatan padam, dalam derita dan kemiskinan demi mereka, demi masa depan mereka aku belajar berjuang!   Hingga musim bunga mereka...

Kepada Ibuku

Aku merasakan kerinduan ibuku dan bau harum kopinya serta semua yang ia sayangi Anak kecil membesar dalam diriku hari demi hari dan aku begitu mencintai diriku sebab jika aku mati aku...

Bangga dan Murka

Kampung halamanku! Bagai rajawali Menukik lewat jeruji sel Paruh runcingrnu mencucuk mataku! Menjelang maut, yang kumiliki Adalah rasa Bangga dan murka Warisanku: jantungku, Biar ditanam jadi pohon kayu Dahiku, tempat unggas bertengger Aku...

Orang Palestina

Orang Palestina Namaku orang Palestina Jelas aksaranya Di seluruh medan pertempuran Kuguratkan namaku Tidak ada alias lainnya Aksara namaku mencengkeramku Dialah nyala Dialah denyut Di darahku Orang Palestina Begitulah namaku Nama yang gaduh Nama yang duka Mata mereka...

Mewahnya Akal Sehat di Myanmar

“Inilah salah satu cara pemerintah menyiksa kami. Mereka tidak ingin populasi Rohingya meningkat. Mereka berkata, ‘Ini bukan negara Anda, Anda tidak berhak untuk bereproduksi...

Darah di Telapak Tangan

Tuan-tuan! Biarkan mulut beruk berputar-putar menurut maunya Ayo! Akan kuhancurkan jembatan dunia darahku mengalir pucat hatiku terdampar di lumpur janji-janji   Hai tuan-tuan dari semua penjuru! Biar maluku berubah jadi wabah penyakit dukaku menjelma...

Jika Kau

Jika kau Padamkan mataku Jahit bibirku Maki nafasku Belenggu dukaku Palsukan uangku Cabut senyum anakku Dirikan tembok seribu Pakukan mataku di situ Jika begitu Kita bakal berkelahi Sehabis-habis Kelahi.   Oleh: Samih al-Qasim, lahir di Zarqa, Yordania, pada 1939, tetapi...

BERITA

AKIDAH

SEJARAH